
Pidie, Kamis 5 Februari 2026 — Menjelang usia ke-20 tahun pengabdian, Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas hasil asesmen mutu kelembagaan sebagai langkah strategis perbaikan dan penguatan sistem pendidikan. Kegiatan ini menjadi forum refleksi sekaligus perumusan arah transformasi MUQ agar semakin kokoh, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sesi FGD diawali dengan paparan pemantik dari Bapak Muzakkir, PhD, yang menegaskan bahwa asesmen dilakukan bukan untuk menghakimi, melainkan untuk membaca realitas secara ilmiah dan merumuskan perbaikan berbasis data. Beliau menyoroti pentingnya penyelarasan tata kelola, disiplin sistem, serta integrasi operasional antara sekolah, tahfiz, dan dayah sebagai fondasi penguatan lembaga. Materi pemantik ini menjadi dasar diskusi lintas perspektif peserta FGD.

Diskusi kemudian dipandu langsung oleh Pimpinan MUQ Pidie, Abati Tgk. Junaidi Ahmad, S.Ag., M.H., yang mengajak seluruh peserta untuk melihat asesmen sebagai peluang memperkuat sistem, bukan sekadar evaluasi administratif. FGD menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan pengamat pendidikan di Kabupaten Pidie, di antaranya:
FGD tersebut turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dan pengamat pendidikan di Kabupaten Pidie, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Pidie, drh. Muslizar Efendi, M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie, Drs. Yusmadi Kasim, M.Pd., Ketua HUDA, Waled Tgk. H. Abdul Hadi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pidie, Taufik, M.Pd., pengamat sosial kalangan dayah, Dr. Abdullah AR, M.Ag., pengamat hukum, Umar Mahdi, S.H., M.H., Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama, Ustaz Irwan Rasyidin, S.Ag., serta pengamat pendidikan Islam, Dr. Darwin, S.Ag., M.H.. Turut hadir pula para kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, ketua asrama, serta ustaz dan ustazah yang bertanggung jawab dalam pembinaan pendidikan tahfiz di lingkungan MUQ Pidie.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif mengenai tata kelola, pengasuhan, integrasi program, serta penguatan standar operasional lembaga. Para peserta sepakat bahwa MUQ berada pada fase penting pertumbuhan kelembagaan yang menuntut konsistensi sistem dan arah pengembangan yang lebih terstruktur.
FGD menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, antara lain:
- Penyesuaian dan penyelarasan kembali visi dan misi MUQ agar sesuai dengan tantangan perkembangan lembaga
- Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai fondasi tata kelola yang terukur
- Pembentukan tim khusus untuk merumuskan SOP dan peta pengembangan MUQ secara berkelanjutan
Kegiatan ini menjadi penanda komitmen MUQ Pidie untuk terus berbenah melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan partisipatif. Menjelang dua dekade perjalanan, MUQ meneguhkan tekad untuk membangun sistem pendidikan yang kuat, konsisten, dan berorientasi pada pembinaan santri yang unggul dalam akhlak, tahfiz, dan akademik.




