
Pidie, 21 Oktober 2025 — Malam Rabu di halaman Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie terasa berbeda. Cahaya lampu, lantunan selawat, dan riuh tepuk tangan santri mengiringi pembukaan ajang tahunan MIFEST (MUQ Islamic Festival) ke-5 yang berlangsung mulai 21 hingga 27 Oktober 2025. Tahun ini, MIFEST mengusung tema “SEURAMOE (Strive for Dreams Wide As Space)”, yang menggambarkan semangat para santri untuk terus bermimpi dan berjuang meraih cita-cita seluas angkasa.
Ketua Panitia, Muhammad Ali Ghufran, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri MUQ Pidie dengan 12 cabang lomba, mulai dari Tahfidz, Kiraatul Kutub, Imlak, Islamic Story Telling, Syarhil Quran, Fahmil Quran, hingga cabang olahraga seperti Futsal yang dikhususkan bagi santriwan. Ia juga menyebutkan bahwa MIFEST bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi santri untuk menunjukkan potensi dan menyalurkan kreativitas dalam suasana yang menyenangkan.
Dalam sambutannya, Abati Junaidi Ahmad, S.Ag., M.H., selaku Plt. Ketua MUQ Pidie, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia dan peserta. “MUQ Pidie mendukung penuh kegiatan ini sebagai wadah belajar bagi anak-anak kita. Di sini mereka belajar menjadi pemimpin, belajar mengelola acara, dan belajar bekerja sama. MIFEST adalah ruang tumbuh, bukan sekadar perlombaan,” ujarnya.
Abati juga menegaskan kembali identitas dan semangat kebanggaan MUQ dengan ungkapan penuh makna, “MUQ adalah seuramoe-nya Pidie, sebagaimana Pidie menjadi seuramoe-nya Aceh, dan Aceh adalah seuramoe Mekkah.” Ucapan ini disambut takbir dan tepuk tangan gemuruh para santri yang memadati Panggung utama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang diwakili oleh Kabid SDM, Bapak Taufik, turut memberikan sambutan dan apresiasi. Ia menilai bahwa kegiatan MIFEST merupakan bentuk nyata dari implementasi ilmu dan karakter yang selama ini ditanamkan di MUQ . “Ajang seperti ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan semangat bertanding, tanggung jawab, dan kebersamaan di antara para santri. Di bawah kepemimpinan Abati Junaidi, MUQ terus menunjukkan perkembangan yang signifikan,” ujarnya.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan. Sorotan lampu panggung menandai puncak acara dengan penampilan tari Rapai Geleng dari Sanggar Seni MUQ Pidie yang memukau para penonton. Gerakan ritmis dan energik para penari menjadi simbol semangat santri yang tak pernah padam untuk berkarya dan berprestasi.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman, MIFEST ke-5 menjadi bukti bahwa para santri tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga kreatif, berbudaya, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.



