Dari Sedekah Jumat Menjadi Pelajaran Kehidupan: Siswa SMA Negeri Ulumul Quran Berbagi dengan Dhuafa

Padang Tiji, 3 Agustus 2026 | Belajar tidak selalu berlangsung di dalam kelas. Ada pelajaran yang justru lebih kuat ketika siswa melihat, merasakan, dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat. Semangat inilah yang terus dibangun SMA Negeri Ulumul Quran melalui program Jumat Berbagi Berkah yang dikelola oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Pada Senin, 3 Agustus 2026, pengurus OSIS bersama guru pendamping kembali turun langsung ke masyarakat. Kali ini, bantuan disalurkan kepada tiga penerima dari kalangan dhuafa di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

Bantuan berupa kebutuhan pokok tersebut berasal dari sedekah yang dikumpulkan siswa setiap hari Jumat. Sedikit demi sedikit, dana yang terkumpul dikelola oleh OSIS hingga dapat diwujudkan dalam bentuk paket kebutuhan sehari-hari dan diserahkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Yang membuat kegiatan ini bermakna bukan semata-mata nilai bantuan yang diberikan. Para siswa terlibat langsung dalam prosesnya. Mereka belajar mengumpulkan sedekah, mengelola amanah, menyiapkan bantuan, mendatangi rumah penerima, hingga menyerahkannya secara langsung.

Pengurus OSIS SMA Negeri Ulumul Quran bersama guru pendamping saat mengunjungi salah satu penerima manfaat program Jumat Berbagi Berkah di Kecamatan Padang Tiji, Senin (3/8/2026).

Ketika sampai di rumah penerima, siswa dapat melihat sendiri kondisi kehidupan masyarakat yang mereka kunjungi. Pengalaman seperti ini menjadi ruang belajar yang sulit digantikan hanya dengan penjelasan di dalam kelas. Siswa belajar melihat realitas sosial sekaligus memahami bahwa sebagian dari rezeki yang mereka miliki dapat memberi arti bagi orang lain.

Program Jumat Berbagi Berkah memang dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan sosial OSIS. Sekolah menjadikannya bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan kepekaan sosial siswa. Nilai kepedulian, empati, tanggung jawab, gotong royong, serta kebiasaan berbagi ditanamkan melalui pengalaman nyata.

Suasana penyerahan bantuan kepada salah satu penerima. Sedekah yang dikumpulkan siswa setiap Jumat dikelola OSIS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bagi siswa, kunjungan dari rumah ke rumah juga membuka ruang untuk belajar bersyukur. Mereka tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga bertemu dan berbincang dengan masyarakat. Dari perjumpaan sederhana tersebut, siswa belajar memahami kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas.

Sekolah berharap kebiasaan berbagi seperti ini tumbuh menjadi karakter yang melekat pada diri siswa. Pendidikan di SMA Negeri Ulumul Quran tidak berhenti pada pencapaian akademik. Sekolah juga berupaya menyiapkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya dan mampu menghadirkan manfaat di tengah masyaraka

Program ini juga mengajarkan satu hal sederhana kepada para siswa, bahwa untuk berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak. Sedekah yang mereka sisihkan setiap Jumat, ketika dikumpulkan dan dikelola bersama, dapat berubah menjadi beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya yang bermanfaat bagi keluarga lain.

Inilah wajah lain proses pendidikan di SMA Negeri Ulumul Quran. Kelas memberikan pengetahuan, sementara masyarakat memberikan pengalaman. Melalui Jumat Berbagi Berkah, keduanya dipertemukan dalam satu proses belajar yang mengajarkan siswa untuk tumbuh tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga peka dan peduli terhadap sesama.