
SMA Negeri Ulumul senantiasa berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan umum dan penguatan nilai-nilai religius. Salah satu inovasi unggulan yang menjadi identitas sekolah ini adalah Program Takrir, yaitu kegiatan murajaah atau mengulang hafalan Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap pagi, lima menit sebelum proses belajar mengajar dimulai. Program ini sejalan dengan visi SMA negeri Ulumul Quran iaitu « Terciptanya Generasi yang Qurani berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berlandaskan iman dan taqwa kepada Allah SWT»
Dalam kegiatan ini, seluruh siswa duduk bersama dalam suasana penuh kekhusyukan untuk melantunkan hafalan Al-Qur’an yang dimulai dari surat alfatihan pada awal semester dan seterusnya disambung setiap hari hingga kjatam. Program ini juga menjadi penguat hafalan siswa serta dan menyiapkan mental untuk menerima ilmu pada pelajaran berikutnya. Program ini menargetkan capaian besar, yaitu khatam Al-Qur’an secara berjamaah, sebagai bentuk keberkahan belajar di sekolah.
Program Takrir bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan strategi pembinaan karakter Islami bagi siswa. Dengan murajaah yang teratur, siswa dilatih disiplin, fokus, serta memiliki ikatan yang kuat dengan Al-Qur’an. Penelitian oleh Dr. Ahsin Sakho Muhammad, pakar ilmu qira’at dan tahfidz Al-Qur’an, menyebutkan bahwa murajaah atau pengulangan hafalan merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas hafalan. Tanpa pengulangan, hafalan mudah hilang, namun dengan kebiasaan takrir, hafalan akan semakin kokoh dan melekat dalam ingatan.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menyiapkan kondisi psikologis siswa. Menurut Dr. Zakiah Daradjat, tokoh pendidikan Islam Indonesia, membaca Al-Qur’an dapat menenangkan jiwa, menguatkan motivasi, serta menumbuhkan semangat belajar. Dengan demikian, Program Takrir menjadi jembatan penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.
Program Takrir di SMA Negeri Ulumul Quran juga sejalan dengan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pendidikan Aceh, yang menekankan pentingnya integrasi pendidikan Islami dalam seluruh jenjang pendidikan. Pemerintah Aceh mewajibkan pendidikan berbasis Al-Qur’an, termasuk pembiasaan membaca dan menghafal, sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Aceh. Lebih jauh, program ini juga sepenuhnya menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning), karena tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan keterhubungan makna, refleksi spiritual, penguatan karakter, dan kolaborasi antar siswa. Dengan demikian, Program Takrir bukan hanya mendukung regulasi daerah, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal Aceh.
Pelaksanaan Program Takrir sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an surat Fatir ayat 29:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.”
(QS. Fathir: 29)
Selain itu, Rasulullah saw. bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini menegaskan bahwa membaca, mengulang, dan mengajarkan Al-Qur’an merupakan amalan mulia yang menjadi sumber keberkahan hidup.
Program Takrir di SMA Negeri Ulumul Quran bukan sekadar rutinitas pembacaan Al-Qur’an, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam membentuk siswa yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap lahir generasi Qur’ani yang dapat menjadi pemimpin masa depan, membawa kebaikan untuk diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.





