
Sigli, 19 September 2026 | Nuansa agama dan budaya Pidie berpadu dalam penampilan siswa SMA Negeri Ulumul Quran pada Pawai Peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515 Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026). Membawa tema “Perpaduan Agama dan Budaya Pidie”, rombongan SMA Negeri Ulumul Quran tampil dengan beragam busana adat dan representasi budaya Pidie yang dipadukan dengan pesan-pesan Qur’ani.
Pawai budaya tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515 yang berlangsung di Kabupaten Pidie. Rangkaian peringatan tahun ini berlangsung sejak 16 hingga 20 September 2026 dengan berbagai agenda seni, budaya, pawai, kegiatan masyarakat, hingga malam puncak.
Di tengah arak-arakan peserta yang memenuhi ruas jalan Kota Sigli, siswa SMA Negeri Ulumul Quran hadir dengan penampilan yang mencerminkan identitas sekolah sekaligus kekayaan budaya Pidie.

Para siswa mengenakan beragam pakaian dan atribut yang merepresentasikan tokoh serta tradisi masyarakat Aceh dan Pidie. Di antaranya pakaian adat Aceh, pakaian Keujruen Blang, Panglima Laot, serta busana ulama.
Penampilan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan pawai. Setiap busana dan atribut membawa pesan tentang keberagaman profesi, peran sosial, tradisi, dan nilai budaya yang hidup dalam masyarakat Pidie.

Al-Qur’an Hadir di Tengah Pawai Budaya
Salah satu bagian yang menarik perhatian masyarakat terjadi ketika rombongan SMA Negeri Ulumul Quran berada di hadapan panggung utama.
Para siswa menampilkan puisitasi Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 32. Penampilan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembacaan syae’ tentang Pidie, sebuah bentuk seni tutur yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Aceh.
Perpaduan antara lantunan pesan Al-Qur’an dan syae Pidie menghadirkan warna tersendiri dalam pawai. Penonton yang berada di sepanjang jalur pawai memberikan sambutan meriah terhadap penampilan siswa.
Pesan yang dibawa SMA Negeri Ulumul Quran menjadi jelas. Pelestarian budaya tidak harus dipisahkan dari nilai keislaman. Sebaliknya, budaya lokal dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal identitas daerah sekaligus mengekspresikan nilai-nilai Qur’ani.
Konsep tersebut sejalan dengan karakter SMA Negeri Ulumul Quran yang memadukan pendidikan formal dengan lingkungan pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Dibina Waka Kesiswaan, Siswa Tampilkan Kreativitas dan Identitas Daerah
Keikutsertaan SMA Negeri Ulumul Quran dalam Pawai Uroe Lahe Pidie ke-515 berada di bawah pembinaan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sarahatun Nisak, S.Pd.
Persiapan dilakukan dengan melibatkan siswa dalam berbagai aspek penampilan. Mulai dari pemilihan konsep, busana, atribut budaya, hingga persiapan penampilan di hadapan masyarakat.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran di luar kelas. Mereka belajar mengenali budaya daerah, bekerja dalam tim, tampil di ruang publik, serta membawa nama baik sekolah dalam kegiatan tingkat kabupaten.
Pawai Uroe Lahe Pidie sendiri melibatkan peserta dari berbagai kelompok, termasuk pelajar jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, serta peserta dari kalangan umum dan aparatur pemerintahan Kabupaten Pidie.

Raihan Harapan III, Bukti Kreativitas Siswa
Penampilan SMA Negeri Ulumul Quran dalam pawai tahun ini juga berbuah prestasi.
Berdasarkan hasil penetapan pemenang kategori pelajar, SMA Negeri Ulumul Quran berhasil meraih Juara Harapan III dengan nilai 81,8.
Hasil tersebut menempatkan SMA Negeri Ulumul Quran dalam jajaran peserta yang mendapatkan penghargaan pada kategori pelajar. Prestasi ini menjadi capaian tersendiri bagi sekolah karena konsep yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan unsur visual, tetapi juga menggabungkan pesan keagamaan dengan kekayaan budaya lokal Pidie.
Bagi para siswa, penghargaan tersebut menjadi hasil dari proses panjang persiapan dan kerja bersama. Lebih dari sekadar piala, pengalaman mengikuti pawai menjadi kesempatan bagi siswa untuk tampil, berkreasi, mengenal kembali budaya daerah, dan menunjukkan bahwa generasi muda dapat menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Pidie.

Menjaga Budaya, Menguatkan Identitas
Peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515 menjadi momentum penting untuk mengenalkan kembali sejarah dan warisan budaya Pidie kepada generasi muda. Pemerintah Kabupaten Pidie sendiri menjadikan peringatan tahun ini sebagai momentum refleksi terhadap sejarah, nilai luhur, dan warisan para indatu Pidie.
Dalam konteks tersebut, kehadiran SMA Negeri Ulumul Quran membawa pesan yang lebih luas. Siswa tidak hanya hadir sebagai peserta pawai, tetapi juga sebagai generasi penerus yang memiliki tanggung jawab untuk mengenal dan merawat identitas daerah.
Melalui pakaian adat, simbol budaya, puisitasi Al-Qur’an, dan syae Pidie, para siswa menunjukkan bahwa agama dan budaya dapat hadir berdampingan dalam ruang pendidikan.
Dari jalanan Kota Sigli, siswa SMA Negeri Ulumul Quran membawa satu pesan penting: budaya Pidie perlu dikenali, nilai-nilai Qur’ani perlu dihayati, dan keduanya dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Selamat kepada seluruh siswa dan pembina SMA Negeri Ulumul Quran atas raihan Juara Harapan III Pawai Peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515 Tahun 2026.
Tim Redaksi Website
SMA Negeri Ulumul Quran






