Pelatihan Literasi Sekolah

Peningkatan budaya literasi telah menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah khususnya di bidang pendidikan. Upaya ini pun dilakukan berdasarkan pantauan pemerintah terhadap rendahnya minat baca peserta didik yang ada di Indonesia.

Witanto (2018) menyebutkan dalam penelitiannya bahwa menurut data statistik dari UNESCO, dari total 61 negara, Indonesia berada di peringkat 60 dengan tingkat literasi rendah. Data ini jelas menunjukkan bahwa tingginya minat baca di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara lain.

Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah untuk terus berusaha meningkatkan budaya literasi pada segenap lapisan masyarakat yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kesadaran untuk meningkatkan minat baca pada peserta didik melalui sekolah-sekolah, baik itu dengan menyediakan fasilitas membaca seperti penyediaan buku dan kegiatan peningkatan budaya literasi lainnya.

Sebagai salah satu sekolah yang sangat peduli terhadap peningkatan budaya literasi pada peserta didik, SMA Negeri Ulumul Quran kembali melakukan kegiatan literasi yang dilaksanakan di mushalla sekolah.

Mengingat peserta didik di SMAN Ulumul Quran merupakan para penghafal quran, maka pada kegiatan literasi kali ini pihak sekolah mengangkat sebuah tema yang memang sangat dekat dengan kehidupan peserta didik, yaitu Meningkatkan Budaya Literasi Dengan Memahami Ayat-Ayat Al-quran.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari; yaitu pada Rabu (2 November 2022) dan Kamis (3 November 2022), mulai pukul 09:00 WIB sampai dengan 12:00 WIB. Selama berlangsung, kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta didik dari kelas X (Sepuluh) dan kelas XI (Sebelas).

Pada hari pertama, kegiatan ini dibuka dengan melakukan ice breaking untuk mengajak peserta didik bersemangat dan tetap fokus dalam mengikuti seluruh rangkaian aktifitas kegiatan. Selanjutnya mereka diajak untuk menyimak paparan materi melalui media microsoft power point mengenai pengertian literasi, manfaat dan pentingnya literasi, serta bagaimana budaya literasi yang ada di Indonesia saat ini dan beberapa negara lainnya seperti Jepang dan Finlandia.

Dalam hal ini, pemateri juga mengajak para peserta didik untuk selalu meningkatkan kesadaran diri dalam menumbuhkan minat baca dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pemateri juga meyakinkan peserta didik bahwa untuk menumbuhkan minat baca haruslah diawali dari tekad yang kuat yang berasal dari diri sendiri.

Setelah pemaparan materi ini selesai, peserta didik kemudian diajak untuk bekerja dalam kelompok. Kali ini, mereka diminta untuk mengambil secara acak nomor-nomor ayat alquran yang telah disiapkan. Nantinya, ayat-ayat alquran tersebut akan mereka tulis di sebuah karton beserta dengan pemahaman mereka mengenai ayat tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi alquran yang memang telah menjadi teman mereka sehari-hari. Jika biasanya mereka hanya menghafal ayat-ayat tersebut, kali ini mereka juga diminta untuk mampu memahami setiap makna dari ayat tersebut dengan baik. Karena sejatinya, kemampuan literasi bukan hanya sekedar mampu untuk membaca akan tetapi bagaimana kita bisa memahami dan kemudian kita mampu untuk menceritakan/menuliskannya kembali.

Pada hari kedua, setiap kelompok hadir ke mushalla dengan hasil karyanya masing-masing. Selain itu, mereka juga sudah sangat menguasai setiap pemahaman dari ayat-ayat alquran yang telah mereka pilih. Hal ini terbukti saat proses presentasi berlangsung.

Setiap kelompok dapat dengan sangat baik memaparkan pemahamannya mengenai ayat tersebut. Di samping itu beberapa kelompok bahkan mampu menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain saat mereka tampil. Kegiatan ini membuktikan bahwa peserta didik akan mampu meningkatkan minat bacanya jika memang ia memiliki tekad yang kuat dan mendapatkan fasilitas dan dukungan yang baik dari semua pihak, baik itu lingkungan keluarga maupun sekolah.